Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2011

roti mandarijn:cerita dan sejarah

Sejarah roti sudah terjadi sejak beratus-ratus tahun lalu. Manusia mengkonsumsi gandum di beberapa daerah sebagai makanan pokoknya. manusia waktu itu hidup mengembara sehingga membutuhkan makanan untuk bekal di perjalanan. Tadinya bulir gandum mereka kunyah begitu saja. Uh, keras! Jadi, mereka tumbuk dan beri air sepaya lembek, Adonan yang tersisa mereka jemur sampai kering untuk bekal perjalanan. Lalu mereka tahu, makanan menjadi lebih enak kalau dibakar. Jadi, adonan gandum mereka pipihkan di permukaan batu yang dipanaskan dengan api.

Sekitar 4.600 tahun yang lalu, di Mesir ada orang lupa mengeringkan adonan tepung. Adonan itu meragi. Setelah dibakar, rasanya lebih empuk dan lebih enak, Sejak itu, mereka sengaja meragikan dulu adonan tepung supaya mengembang.

Roti masa itu belum seempuk dan seenak sekarang. Membuatnya pun menjijikkan. Tepung, air, dan adonan ragi dicampur lalu diinjak-injak oleh para budak. Namun roti tidak lagi dibakar di api terbuka, tetapi di dalam tungku primitif berbentuk kerucut. Masa itu para pekerja Mesir bukan diupah dengan uang, tetapi dengan roti. Sampai sekarang, dalam bahasa Inggris pencari nafkah disebut breadwinner, orang yang berjuang untuk mendapat roti. Kata ’roti’ sering dipakai untuk menggantikan kata ’rezeki’. Sampai sekarang, roti tradisional di Timur Tengah, India, dan Afrika masih pipih. Roti kemudian menjadi makanan pokok di pelbagai bagian dunia.



nah, ngomong-ngomong tentang roti, di Kota Solo ada satu jenis roti yang cukup dikenal yaitu Roti Mandarijn yang dijual di Toko Roti Orion. Toko ini terletak di Jl. Urip Sumohardjo, sekitar 500 m arah utara  dari Pasar Gede. Roti mandarin ini sudah terkenal sejak tahun 1930-an dan menjadi oleh-oleh khas Solo. Menurut pelayan tokonya, kue ini tahan selama satu minggu lho.Mandarijn Orion adalah kue basah yang bagian tengahnya dilapisi selai nanas.Ada tiga macam jenis Mandarijn, yaitu Mandarijn Orion Biasa, Mandarijn Orion Kismis, dan Mandarijn Orion Spesial. Mandarijn Orion Spesial lebih banyak butter-nya dibandingkan dengan yang biasa. Rasanya pun lebih empuk

.



Ada yang sering terlupakan bagi sebagian besar orang tentang asal-usul dari Roti Mandarijn dan kenapa disebut Roti Mandarijn. Roti Mandarijn itu 100% asli resep dari Njoo Hong Yauw dan istrinya (Tjan Giok Nio) dan nama Mandarijn itu juga Njoo Hong Yauw sendiri yang memberikan namanya. Mandarijn itu ada artinya: Priyayi Cina.. Njoo Hong Yauw dan istri mempunya 5 orang anak: 4 perempuan dan 1 laki-laki. Karena susahnya hidup mereka di jaman dulu, 3 orang anak perempuan mereka meninggal dunia karena sakit di usia yang sangat muda. 2 orang anak mereka yang bertahan hidup adalah: Njoo Iep Nio dan Njoo Tik Tjiong. Sampai sekarang toko roti Orion masih di kelola dengan baik oleh Njoo Tik Tjiong. Mandarijn itu bahasa belanda yg artinya Priyayi Cina. Nah sekarang pertanyaan iseng, kira-kira kalau makan Roti Mandarijn warna apa dulu yang paling sering anda-anda makan lebih dulu, warna kuning atau warna coklat?? 




sumber: 
http://travel.kompas.com/read/2011/07/27/14523778/Roti.Mandarijn.Orion.Oleh-oleh.Khas.Solo
http://elkaje.multiply.com/journal/item/50 

Minggu, 04 September 2011

Membuat roti dan sandal kulit


..Kapanpun kami bikin roti kami bisa,tapi kami butuh pemimpin. kami butuh orang untuk memperkenalkan roti-roti macem kami punya ini ke orang-orang muda macem kamu..(dee's MADRE, 2011)


Saya tidak pernah mengira kalau ternyata dewi lestari juga telah menulis novel seperti ini, tentang perjuangan menghidupkan lagi sebuah usaha roti legendaris dengan memakai sebuah adonan biang dan kemungkinan hanya akan bisa diteruskan oleh seorang keturunan langsung dari pembuat adonan biang yang pertama kali


Saya juga tidak pernah mengira akan bertemu dengan 3 kawan saya yang sama sekali tidak pernah saya kenal tetapi pada akhirnya kami menjadi sangat baik sekali. Bermula dari sebuah kegiatan "iseng" yang berhubungan dengan keilmuan kami berempat, kami membentuk sebuah kelompok kecil untuk diikutkan dalam sebuah kegiatan sayembara. kami mengangkat sebuah topik tentang kampung di bantaran sungai di tengah kota solo yang mana secara spesifik warganya dulu bermata pencaharian sebagai pengrajin sandal kulit.


Dalam berproses itu kami pada awalnya melakukan pendekatan secara arsitektural kesejarahan tapi dalam perjalanan mau nggak mau kami melewati sebuah rangkaian proses ekonomi dan desain kreatif, karena pada akhirnya tujuan kami jelas yaitu mengangkat kembali keberadaan sandal kulit ini satu level lebih tinggi melalui branding. dan Voila, selama iberproses  hampir 6 bulan sampai sekarang kami pun mulai melihat hasilnya secara nyata bahkan melebihi ekspektasi kami sebelumnya.


Berbahagialah kami berempat dan tentu saja pengrajin sandal kulit itu karena pada akhirnya dia akan terus mampu berkarya lebih baik lagi.
Tidak ada hubungan antara membuat roti dengan sandal kulit, yang ada hanyalah semangat kami untuk terus membantu mengangkat beberapa hal kecil yang sempat terlupakan oleh sebagian besar orang. Yang pasti, ketika kami berdiskusi di halaman rumah pengrajin sandal kulit maka tak lupa yang empunya rumah menyuguhkan kofimiks anget dan sagon, makanan khas kampung itu. dan sungguh bukan roti.!!!




:) cheerrrssss!!!
photo  diambil oleh mbak early rachmawati di Freiburg, Jerman


 Walikota Surakarta, Jokowi pada saat acara Kongres Kebangkitan Ekonomi Mei 2011

 Bp. Sandiaga Uno dan Presiden JCI Solo, Bp. Liliek Setyawan, Forum Socialpreneur  di STIES

  Pameran pada saat opening Rempah Rumah Karya, 9  Juli 2011

   Bp. Eko Prawoto pada saat opening Rempah Rumah Karya, 9  Juli 2011


Acara buka bersama Budiono Lie & Komunitas pengusaha di Loji Gandrung, 17 Agustus 2011