Rabu, 29 Januari 2014

Sayembara Penataan Taman Monumen 45 Banjarsari Surakarta 2013









penyelenggara : BLH Kota Surakarta

1st Prize Winner
Tim Sandal Kulit adalah :
Yopie Herdiansyah
Dian Ariffianto Budi Susilo
Tri Suryo Kuncoro

Senin, 26 Agustus 2013

Perjalanan ke Barat

alhamdulillah,,alhamdulillah,,alhamdulillah..Pada Tahun 2013 ini akhirnya berkesempatan untuk melanjutkan perjalanan akademis di program magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. sekiranya ini adalah perjalanan baru yang telah lama dinanti untuk meniti jenjang karir yang lebih pasti dan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi pribadi dan masyarakat kota.

Jenjang magister ini disponsori oleh Pusbindiklatren Bappenas tahun 2013 untuk program magister dalam negeri atau biasa dikenal dengan Program 13 Bulan (P-13). Berangkat dari Surakarta pada tanggal 12 Agustus 2013 dan pada saat tulisan ini dibuat, saya sudah berada di Kota Bandung selama 2 minggu. Tanggal 26 Agustus 2013 adalah kuliah perdana dengan mata kuliah Ekonomika Spasial pada jam 13.00- 14.50 WIB. beberapa hari pada kesempatan yang longgar, saya pribadi menyempatkan untuk berjalan kaki menyusuri jalanan Kota Bandung, melintas di jl. Braga, seputaran masjid agung, Pasar Baru, Gasibu dan Gedung Sate, mengunjungi 2 Museum; Museum Pos di Jl. Cilaki dan Museum Geologi Jl. Diponegoro Bandung.







Senin, 13 Mei 2013

Sayembara Penataan Stasiun Jebres, Solo 2012






3rd Prize Winner, There was no 1st Prize.
Tim Sandal Kulit are :
1. Tri Suryo Kuncoro
2. Yopie Herdiansyah
3. Dian Ariffianto Budi Susilo

Sabtu, 29 Desember 2012

catatan akhir sabtu 2012

hari ini,sabtu 29 desember 2012. mencoba menulis catatan ini dari sebuah perangkat berlayar 7 inchi,hanya ingin mencoba menjawab rasa penasaran dan sembari menunggu antrian pemeriksaan kesehatan dari sang istri.
salam.

Rabu, 19 Desember 2012

ANGKUTA KUNING




Kalo di new york terdapat yellow cab (taksi kuning), maka solo juga tak kalah. di sini ada namanya angkuta kuning. 
angkuta adalah legenda transportasi bagi saya pribadi, karena naik angkuta adalah sama dengan diajak bepergian oleh keluarga saya;maklum kami tidak punya kendaraan pribadi jadi kalau bepergian dalam kota solo lebih banyak mengandalkan angkuta kuning ini. angkuta dengan kendaraan jenis suzuki carry sudah dimodifikasi sedemikian rupa barangkali bisa memuat 10-12 orang dewasa.
angkuta adalah memori masa kecil saya. di dalam angkuta saya banyak bertemu orang-orang yang membutuhkan jasa transportasi yang sama, sampai di tujuan dengan selamat dan tentu saja lebih cepat dari becak. jalur favorit adalah jalur 01A karena itu adalah jalur paling awal dan paling panjang mulai dari terminal kartasura (lama) sampai dengan pasar klewer. 
kemajuan kota diiringi pula dengan kemajuan alat transportasi, serta tak luput pula kemudahan untuk mendapat kepemilikan sepeda motor secara kredit dan banyak pilihan.lalu mau kemana angkuta kuning ini?
menurut data BPS tahun 2011; jumlah angkuta semakin menurun setelah pada tahun 2007 sejumlah 443 kemudian menyusut jumlahnya pada tahun 2011 menjadi tinggal 405 unit saja.

gambar diatas adalah interior dari angkuta kuning, tidak ada penumpang lain selain kami bertiga;sopir, ibu saya dan saya sendiri. sekali-sekali naiklah transportasi umum semacam angkuta kuning dan rasakan sosialisasi bersama warga kota lain. di sana anda akan mendapatkan sebuah pernyataan bahwa; kota ini dibangun bukan hanya melalui bangunan-bangunan berstruktur modern, bercita rasa kekinian tapi juga dibangun oleh eksistensi transportasi massal yang murah dan mudah.

Minggu, 21 Oktober 2012

Sayembara Toilet Publik, Solo 2012













2nd Prize Winner Competition
TIM SANDAL KULIT are :
1. Tri Suryo Kuncoro
2. Dian Ariffianto Budi Susilo
3. Yopie Herdiansyah

Sayembara Penataan Koridor Bhayangkara, Solo 2011





















1st Prize Winner Competition.

TIM SANDAL KULIT, are:

1. Yopie Herdiansyah
2. Tri Suryo Kuncoro
3. Dian Ariffianto Budi Susilo
4. M. Fauzan
5. Ambar Eko Hendratmo
6. Dwi Wahyu Paryanto
7. Dodi Aris Saputro
8. Anjar Primasetra
9. Gilbert Yohanes Voorman
10. Gambir Pramudo Asmoro

Juice Buah Nangka



1. Kalium dalam nangka efektif dalam mengurangi kemungkinan penyakit jantung karena bisa menurunkan tekanan darah.

2. Kandungan zat besi dalam buah yang berserat ini membantu mencegah anemia dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.

3. Akar adalah obat yang baik bagi orang yang menderita asma. Merebus akar dan ekstrak nangka ternyata dapat membantu untuk mengontrol asma.

4. Salah satu manfaat kesehatan dari nangka adalah melindungi tiroid sehat. Mineral mikro dan tembaga dalam nangka juga efektif untuk metabolisme tiroid. Hal ini sangat baik untuk memproduksi hormon dan penyerapan.

5. Manfaat kesehatan dari nangka untuk tulang. Buah ini baik untuk anak-anak muda dalammenjaga kesehatan tulang. Nangka kaya akan magnesium yang memperkuat tulang dan mencegah tubuh dari gangguan tulang seperti osteoporosis.

6. Manfaat gizi dari nangka adalah sumber makanana yang kaya akan vitamin C dan A. Nutrisi anti-oksidan dalam nangka memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi dari infeksi bakteri dan virus.

7. Dengan phyto-nutrisi dan vitamin C, nangka memiliki sifat anti kanker dan anti-penuaan. Nutrisi ini bisa menjauhkan Anda dari bahaya kanker dan memperlambat degenerasi sel untuk mencegah tubuh dari penyakit degeneratif.

8. Gula alami seperti fruktosa dan sukrosa dalam buah nangka menjadikannya sebuah sumber energi. Nangka dapat meningkatkan energi dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol.

9. Nangka bisa menyembuhkan borok dan gangguan pencernaan. Buah berserat tinggi ini mencegah sembelit dan memperlancar gerakan usus.

10. Nangka juga bermanfaat untuk kesehatan mata dan kulit. Buah ini mengandung vitamin A yang memelihara kesehatan mata dan kelembutan kulit. Nangka juga mencegah gangguan mata seperti degenerasi makula dan rabun senja.

sumber teks:merdeka.com

Sabtu, 01 September 2012

[pasar] singosaren [plaza]



Pasar ini berdiri di sebuah wilayah yang dikenal dengan nama singosaren. secara toponimi merupakan daerah (dekat) tempat tinggalnya KPH. Singasari, putra dari Pakubuwono X di kampung kemlayan. Awalnya sebagai pasar tradisional, seiring perkembangan jaman pasar ini dimetamorfosa oleh pemda surakarta menjadi embrio pasar modern yang ada di kota surakarta dimana sebagian pedagang pasar (tradisional) singosaren dipindahkan ke pasar kadipolo.pasar singosaren kemudian dikenal dengan singosaren plaza. jauh sebelum banyak berdiri mall-mall dan hypermarket, singosaren plaza ini menjadi primadona warga solo, dengan bioskop studio theater, matahari dept.store dan tak lupa gerai eskrim tentrem.Singosaren Plaza cukup beruntung mendapat dukungan dari kawasan coyudan dengan gerai-gerai sepatu dan koridor gatot subroto dengan gerai tekstil dan fashion.

Celakanya, angin reformasi membawa dampak negatif terhadap sentimen sumbu pendek yang menjadi identitas di kota surakarta pada masa lalu. Singosaren plaza pada Mei 1998 adalah salah satu bangunan publik yang menjadi korban amuk massa-bakar membakar dan penjarahan. Kota Solo terus berbenah, Singosaren Plaza dibangun kembali dan keberadaannya sampai sekarang belum mampu tergantikan oleh kemunculan mall-mall baru dan hypermarket. Singosaren Plaza bagi saya adalah tujuan mencari telepon seluler dengan harga yang miring dan bersaing serta belanja celana jins terbaru. Singosaren Plaza adalah simbol kemajuan pengembangan pasar tradisional di solo yang terus menjadi memori kolektif bagi orang-orang yang tinggal dan pernah tinggal di praja Surakarta Hadiningrat. 

Tulisan dan gambar ini saya persembahkan untuk Bripka Dwi Data Subekti yang pada kamis malam 30 Agustus 2012 gugur dalam tugas menjaga keamanan di pos pengamanan (pasar) Singosaren Plaza

sumber foto:dari berbagai sumber.

Senin, 13 Agustus 2012

MUDIK


Posted by Picasa saatnya kita mudik

Maleman Sriwedari



Sesaat setelah Sinuhun Paku Buwono X naik tahta dan diminta pemerintah Belanda meneken perjanjian Verklaring 25 Maret 1893 dan Acte van Verband 30 Maret 1893, kekuatan politik raja melorot. Kemapanan kekuasaan raja yang baru saja diganjar gelar pahlawan nasional ini kian terusik akibat bergulir gagasan reorganisasi agraria di permulaan abad XX oleh pejabat kolonial.
Praktik ini berimbas tanah milik keraton sebagai alat pengukur luasnya kekuasaan petinggi kerajaan menyusut karena tanah dikelola oleh rakyat pedesaan (kelurahan). Intervensi toewan kulit putih makin menjadi-jadi. Sinuhun beserta kerabatnya bagai menelan empedu. Ruang negosiasi politik menyempit. Walhasil, tiada pilihan lain bagi raja kecuali unjuk kekuatan di ranah simbol dengan mempertimbangkan dunia Jawa berjalin kelindan dengan bermacam simbol.
Guna memancarkan kembali pengaruh hegemoni istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan memuluskan konsep manunggaling kawula-gusti, lantas Sunan Paku Buwono X yang doyan berdansa polonaise dan dijuluki Kaisar Jawa ini mengizinkan penyelenggaraan Maleman Sriwedari di Kebon Raja.
Sampai sekarang fakta sosial-kultural ini masih kuat membekas di sudut hati masyarakat dan kuat tertanam di dalam ingatan kolektif. Detik itu, selain menambah komplet suguhan di kompleks Taman Sriwedari, Maleman Sriwedari ditetapkan jadi acara tahunan dan primadona era itu.
Keramaian dan panorama Sriwedari dapat kita temukan dalam petilan fakta yang terekam di novel sejarah Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo. Pada suatu sore di Kota Solo, awan gemawan bersinar terang sehingga membuat masyarakat kota itu menjadi amat bahagia. Lebih-lebih pada malam-malam harinya di Sriwedari akan ada keramaian yang diselenggarakan Kerajaan Kasunanan (tanggal 25 Puasa). Sudah barang tentu, pada saat itu, di jalan-jalan banyak orang yang berpakaian bagus akan datang ke Sriwedari.
Kala itu, pelancong dari luar kota merasa kurang lengkap ketika berkunjung ke ”surganya Hindia Belanda” ini bila belum bermain ke ruang publik Taman Sriwedari. Maleman Sriwedari mendorong ruang Taman Sriwedari menjadi pusat budaya dengan pancaran sinar lampu sokle yang seakan lambaian tangan mengajak kawula dolan rame-rame ning Kebon Rojo.
Bahkan, komunitas Arab dan Tionghoa turut berkerumun menikmati tampilan wayang orang, bioskop, reog dan aneka hiburan lainnya. Terjadilah interaksi sosial lintas etnis dan lintas kelas. Para pengunjung makin terpuaskan dengan dijualnya suvenir dan makanan khas tradisional Jawa.
Ternyata strategi politik simbolis Paku Buwono X ampuh dan tak rapuh. Berjalan tanpa harus menimbulkan konflik kelas dan tak menerbitkan kecurigaan bule Belanda. Kebesaran raja tetap awet di mata rakyat hingga akhir hayat, walau realitasnya tergencet oleh politik kolonial.
Maleman Sriwedari benar-benar laksana ”surga” bagi masyarakat di level akar rumput. Pada masa itu wong cilik menjadi saksi ketegangan kota yang kemudian terpinggirkan oleh perubahan kota dengan berbagai fasilitas perkotaan seperti trem, listrik, schouwburg purbajan dan societiet harmonie.
Mereka yang bukan dari strata sosial tinggi itu tak sanggup menggapainya. Budaya kota ala Eropa telah memarginalkan penduduk pribumi berkantong tipis. Mau tak mau hiburan tradisional Maleman Sriwedari dan Malem Selikuran akhirnya jadi pengobat rasa lelah, selain perayaan Sekaten dan perayaan malam 1 Sura tentunya. Mereka menemukan sejumput kelegaan di sini.

Sabtu, 11 Agustus 2012

KH. Agus Salim & Homeschooling



H.Agus Salim sering disebut sebagai tokoh yg melakukan Homeschooling thd anak-anaknya. Tentu terdapat berbagai cara dlm melakukan proses pendidikan tersebut. Agus Salim sendiri tdk menentukan jam belajar dan bermain bagi anak-anaknya secara ketat. setiap ada kesempatan ia gunakan untuk mendidik mereka. Intinya membuat anak selalu ingin tahu dan mengajarkan dimana mereka bisa memuaskan keingintahuan tersebut melalui BUKU.

Jef Last, wartawan dan aktivis sosialis belanda bertanya mengapa putra Agus Salim begitu fasih berbahasa inggris, padahal tidak belajar di sekolah?Agus salim pun menjawab, "apakah anda pernah mendengar tentang sebuah sekolah tempat kuda belajar meringkik?kuda-kuda tua meringkik sebelum anak-anak kuda ikut meringkik. begitu pula saya, meringkik dalam bahasa inggris dan putra saya juga meringkik dalam bahasa inggris. Suatu kali, Syaukat anak Agus Salim yg baru berusia 4 tahun keluar kamar tidur meminta punggungnya digaruk oleh ayahnya karena gatal. sang balita fasih berbahasa belanda dengan baik. sejak bayi anak-anak Agus Salim sudah diajari berbahasa belanda dan diajari menyanyi belanda. tanggal 28 Oktober 1928, ketika WR Supratman menyanyika lagu INDONESIA RAYA dengan biola, putri pertama Agus Salim yg bernama Dolly saat itu berusia 15 tahun mengiringi dengan piano.Dolly sejak usia 6 tahun sudah membaca buku detektif berbahasa belanda. adiknya, Totok didapati Moh. Roem sedang membaca buku Mahabharata juga dalam bahasa belanda.

Dari kisah yg dituturkan oleh Moh. Roem tampak bahwa Agus Salim beberapa kali berpindah rumah semasa di Batavia, semuanya rumah yang sederhana. Hanya satu kamar yg dipakai oleh keluarga, ruangan yg lebih besar justru digunakan untuk diskusi. seorang pemuda lain, Kasman Singodimedjo, yg juga sering bertamu ke rumah beliau, Agus Salim pernah berkata, "Leiden is lijden ", artinya memimpin itu menderita. Tidak ada warisan yg berlimpah yg diturunkan kepada putra-putrinya, kecuali ILMU dan sikap merdeka yg diajarkan melalui homeschooling.

teks oleh : Asvi Warman Adam, menyingkap tirai sejarah.


Monumen Suyono




Tanggal 11 Agustus 1949 pada pukul 12.00 tengah hari seorang utusan Kolonel Ohl, dengan membawa bendera putih minta izin untuk menghadap Letnan Kolonel Slamet Rijadi yg sedang berada di markas darurat, Istana Kembang Banowati di selatan simpang empat Baron. dua jam kemudian , Kolonel Ohl datang dan perundingan untuk membahas pelaksanaan gencatan senjata bisa dimulai. sekitar pukul 16.30 , Slamet Rijadi bersama Ohl keluar dr ruangan . Mereka menyatakan bahwa perundingan tahap pertama dinyatakan selesai dengan menghasilkan lima butir keputusan.
1. Belanda meminta pasukan TNI mundur sampai batas kota dan semua rintangan jalan dsingkirkan
2. Belanda berjanji aksi teror tdk akan terulang lagi dan rdk akan ada pembalasan terhadap rakyat yg pernah membantu gerilya, kemudian pasukan baret hijau akan secepatnya dipulangkan ke Semarang.
3. sejak hari jumat, 12 Agustus 1949 seluruh pasukan belanda akan di-konsinyir di masing-masing markas.
4. setiap aksi teror dr pihak belanda akan dilaporkan kpd komandan TNI begitu pula sebaliknya.
5. serah terima Kota Solo diharapkan bisa berlangsung pd pertengahan bulan Agustus 1949.

Gambar diatas adalah saksi bisu pertemuan 2 pimpinan masing-masing pihak:dr Republik Indonesia melalui Letkol Slamet Rijadi serta dr pihak Kerajaan Belanda oleh Kolonel Ohl. yg tersisa untuk generasi muda saat ini utamanya yg ada di Kota Solo adalah bangunan rumah Istana Kembang Banowati yg tidak terawat dan tdk banyak orang yg mengenal apa peran bangunan itu saat ini.
Lokasi : Jl. Bhayangkara, sekarang dikenal dgn Monumen Suyono

Serangan Umum 4 Hari di Kota Solo




Pasukan Gerilya menyerbu kota solo sejak tanggal 7 agustus 1949 dan nantinya lebih populer dengan sebutan Serangan Oemoem, sebuah serangan yg merupakan puncak rangkaian serangan sebelumnya, sejak serangan umum pertama tanggal 8 Februari yg dilanjutkan dnegan serangan umum yg kedua tanggal 2 mei 1949.
Tanggal 8 Februari 1949, bertepatan dgn hari ulang tahun Pangeran Diponegoro, Achmadi bersama anak buahnya utk pertama kali menyerang Kota Solo.Pertempuran berlangsung hingga Rabu dini hari sekitar pukul 03.00. Para gerilyawan menghilang ke luar kota setelah membakar habis Toko Drie Hoek di Pasar Legi dan Eng Bo serta Toko Obral di Singosaren. tanggal 2 Mei 1949,hari kelahiran tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara diperingati oleh tentara pelajar dengan menyerbu solo pada senja hari bertujuan untuk menculik para pengkhianat dan kolaborator

Hari Minggu, 7 Agustus 1949 pukul 06.00 secara serempak serangan dimulai dengan menyerbu kedudukan Tentara Belanda. Serangan tersebut datang dr seluruh penjuru kota sehingga memaksa Tentara Belanda hanya mampu bertahan di markas masing-masing. sekitar pukul 15.00, Blelanda melakukan serangan balasan dengan menggunakan pesawat terbang yg langsung melakukan pengeboman secara membabi buta.
Senin pagi, 8 Agustus 1949 sejak subuh pertempuran telah kembali berkobar. ternyata dalam kegelapan malam, para gerilyawan telah memutuskan saluran komunikasi antar markas belanda. semangat tempur pasukan belanda mjd semakin luruh ketika dalam keremangan pagi mereka melihat bendera Merah putih telah berkibar di kampung-kampung.
Serangan ke Kota Solo semakin gencar . selama 2 hari belanda mendatangkan sejumlah pesawat Mustang untuk melakukan straffing pd lokasi yg diduga menjadi konsentrasi para gerilyawan. pada hari ketiga dr semarang didatangkan pasukan infanteri, kavaleri berikut pasukan baret hijau tp konvoi bantuan tersebut tidak dapat memasuki kota solo karena terhalang rintangan jalan dan dihadang pasukan TNI di Boyolali.
Puncak serangan terjadi pd tanggal 10 agustus 1949 dgn ikut sertanya pasukan TNI Brigade V yg dipimpin oleh Letkol Slamet Rijadi. sejak pagi hari sampai tengah malam mereka bahu-membahu bersama Tentara Pelajar menghajar semua pertahanan belanda.

Pertempuran selama 4 hari itu sangat mengejutkan Kolonel Ohl, komandan Tentara Kerajaan (Koninjkle Leger) di Soerakarta. Dia sama sekali tdk menduga bahwa pasukan pasukan Republik masih mampu melakukan serangan militer dalam skala besar.

Gambar diatas adalah evakuasi Pasukan Tentara Kerajaan Belanda yg ada di Poerwosariweg (Jl. Slamet Riyadi).

Malam Selikuran dan Festival Ting


Sultan Agung Hanyokrokusumo banyak memberi warna Islam di Mataram (1613-1645). Raja besar itu berhasil memadukan dengan harmonis antara tradisi budaya Islam yang diwariskan oleh para wali dengan tradisi Hindu-kejawen yang telah lama tumbuh dan hidup dalam masyarakat Jawa
Salah satunya adalah tradisi menyambut malam Lailatul Qadar –masyarakat Jawa menyebutnya malam selikuran, yaitu ritual pada malam-malam tanggal ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadan. Tak hanya Sultan Agung, para penerusnya pun tetap melestarikan tradisi malam selikuran bahkan ketika kerajaan terpecah menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Itulah sebabnya di masyarakat pedesaan wilayah Yogyakarta dan Surakarta, tradisi malam selikuran ini tetap terpelihara hingga kini.
Lewat tembang Dandanggula dalam ”Serat Wulengreh”, Paku Buwono (PB) IV sangat mengagungkan peristiwa Lailatul Qadar. Lebih dari 200 tahun silam, Raja Surakarta itu menulis; Jroning Quran nggoning rasa jati/ Nanging pilih wong kang uninga/Anjaba lawan tuduhe/Nora kena binawar/Ing satemah nora pinanggih/Mundhak katalanjukan/Temah sasar susur/Yen sirdayun waskitha/Kasampurnaning badanira puniki/Sira anggegurua.
Terjemahan bebasnya kira-kira adalah; Alquran adalah tempat rasa sejati. Namun tidak setiap orang bisa mengetahuinya, kecuali mereka yang tekun beribadah dan patuh kepada Allah SWT. Mereka yang ingkar tidak akan pernah menemukan cahaya seribu bulan, namun akan tersesat. Dengan waspada, kalian akan mendapatkan kesempurnaan, dan karena itu kalian harus berguru.
“Serat Wulangreh” sendiri merupakan ajaran yang menunjukkan kedalaman Alquran. Pada dua baris pertama tembang “Dandanggula” itu, misalnya, Sang Raja menuturkan tentang pentingnya penghayatan Alquran dan orang-orang terpilih yang memahaminya. Ungkapan itulah yang mengilhami masyarakat Jawa dalam menghayati Alquran, serta keyakinan adanya misteri “cahaya seribu bulan” yang turun pada malam Lailatul Qadar.
Tradisi malam selikuran di Keraton Kasunanan Surakarta, konon berpegang pada “Serat Ambya”, di mana pada setiap tanggal ganjil mulai tanggal 21 Ramadan, Nabi Muhammad SAW turun dari Jabal Nur. Di Gunung Nur itulah Rasulullah menerima wahyu ayat-ayat Alquran dari Allah SWT.
Malam selikuran atau puasa malam ke-21 tampaknya lebih istimewa di bandingkan malam-malam ganjil lain. Pada malam itukah Keraton Kasunanan Surakarta menggelar ritual “Hajad Dalem Selikuran” atau “Ting Hik”, sebuah ritual untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.
Ritual ini berupa arak-arakan arak-arakan para ulama keraton, sentana dalem maupun abdi dalem Keraton Surakarta yang membawa aneka sesaji dan lampu ting atau lampu teplok, dari halaman keraton menuju Taman Sriwedari, sejauh sekitar 3 kilometer. Di sepanjang jalan, para ulama melantunkan salawat dengan iringan rebana. Di barisan lain, para abdi dalem Keraton Surakarta yang membawa ting, meneriakkan ungkapan simbolik tong-tong-hik yang bermakna seruan kebaikan.
Beberapa tahun lalu, prosesi ritual malam selikuran selalu digelar di kupel Segaran Sriwedari yang letaknya berada di tanah berbentuk bukit kecil di di tengah kolam. Namun karena air kolam tak lagi jernih dan Taman Sriwedari tak lagi terawat, prosesi pindah ke pendapa. Di tempat itulah para ulama utusan Paku Buwono mengadakan kenduri. Para abdi dalem dan ulama menggelar doa bagi keselamatan bersama. Di sekitar pendapa itu pula ratusan warga menunggu.
Lampu ting juga menjadi simbol ketika Nabi Muhammad menerima wahyu berupa Alqur’an di Gunung Nur, sehingga pada malam itu menjadi benar-benar terang seperti siang hari. Sedangkan arak-arakan dari Keraton Surakarta menuju Sriwedari merupakan gambaran tentang para sahabat nabi saat membawa obor untuk menyambut turunnya Nabi Muhammad dari Gunung Nur sesaat setelah menerima wahyu.
Ritual “Ting Hik” ini diakhiri dengan ratusan warga yang berebut aneka sesaji berupa nasi tumpeng berikut lauknya. Mereka kemudian menyantap sesaji bersama-sama. Kalangan keraton dan seluruh masyarakat Jawa mengharapkan limpahan berkah dan anugrah, seperti yang telah diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw pada malam Lailatul Qadar.
Di luar tembok keraton, masyarakat pedesaan di kota-kota sekitar Solo masih kukuh melestarikan tradisi menyambut Lalilatul Qadar ini, seperti Wonogiri, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar dan Sragen. Di masyarakat pedesaan, tradisi malam selikuran ini biasa disebut dengan Tradisi ini disebut rasulan. Setiap rumah di wilayah pedesaan biasanya membuat kenduri berupa nasi urap dan dengan lauk sederhana pada setiap malam tanggal ganjil, mulai tanggal 21, 23, 25, 27, dan berakhir tanggal 29 Ramadan. Masing-masing keluarga kemudian membawa kenduri tersebut ke balai desa atau balai kampung dan meletakkannya secara berjajar di atas tikar.
Tokoh agama setempat akan memimpin doa keselamatan dengan harapan cahaya Lailatul Qadar akan memberkahi seluruh masyarakat desa. Begitu doa selesai, kenduri yang berjajar-jajar kemudian diputar layaknya kado silang, sehingga seseorang tidak akan membawa pulang kembali kenduri yang semula dibawa dari rumah.Tradisi rasulan biasanya dilaksanakan pada sore hari menjelang matahari terbenam. Selepas pembagian kenduri, warga tidak langsung pulang. Mereka akan melakukan tirakatan sampai lewat tengah malam, menanti turunnya malam Lailatul Qadar. Harapan yang besar kepada berkah Lalilatul Qadar yang diturunkan Allah SWT secara misterius itu tampaknya menjadi sebuah kekuatan mengapa tradisi malam selikuran tetap lestari.

teks: solodejava.blogspot.com

Solo & Transportasi Publik


masih hangat berita peluncuran perdana Railbus Bathara Kresna, 5 Agustus 2012 yg melayani rute Sukoharjo-Solo-Jokjakarta. railbus adalah salah satu pilihan transportasi publik yg jamak ada di kota besar untuk mengangkut perpindahan manusia dari satu lokasi ke lokasi lainnya.keberadaannya jg merupakan solusi penanganan masalah lalu lintas yg makin padat.seiring perkembangan kota ternyata berbanding lurus dengan kepadatan lalu lintas.

Sejarah perkembangan transportasi publik di Kota Solo sudah dimulai sejak hampir 100 tahun lalu pada masa kekuasaan PakuBuwono X. beliau bersama pemerintahan Hindia Belanda membangun jaringan transportasi publik yg tengah populer waktu itu yaitu kereta api dan tram.Kekuasaan PB X tidak hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan saja, beliau juga memikirkan kepentingan rakyatnya yg hidup di wilayah Vorstenlanden, menurut Babad Sala yg ditulis oleh RM.Sajid, jalur trem dimulai dari depan Benteng Vastenburg, lalu ke Kauman dan menuju Derpoyudan hingga Pasar Pon. Keterangan ini juga menyebut jalur di halte Pasar Pon ini memungkinkan trem dari dua arah dapat bertemu. Selanjutnya jalur trem melintasi Sriwedari hingga Purwosari. Jalur trem juga membentang ke barat hingga Gembongan (wilayah Kartasura).

gambar diatas adalah salah satu bukti keberadaan Tram yg masih ditarik oleh 2 ekor kuda dan sdh ada kondektur yg menarik ongkos kepada para penumpang yg menaiki tram tersebut. Foto itu diambil oleh fotografer Onnes Kurkdjian, diambil sekitar tahun 1895-1920.Lokasi pengambilan foto ada di gladag (Lodjiwoeroeng), gambar sebelah kirinya bs diidentifikasi sbg Gereja Protestan (GBIP Penabur) yg dibangun tahun 1832 dan sebelah kanan gambar masih banyak tanaman besar yg menjadi bagian depan dr Beteng Vastenburg.

Rabu, 02 November 2011

nasi goreng ma[w]ut

Kuliner yang bagi saya sangat luar biasa, porsi yang luar biasa dan tentu saja harganya yang masih luar biasa terjangkau untuk kantong saya yang ngepas. pas untuk beli nasi goreng ini satu porsi.
Judul yang saya beri tanda kurung bukan berkonotasi negatif tapi cuma sekedar memberi kesan bombastis. Nasi goreng dan kawan-kawanya bisa dengan mudah ditemui di warung-warung di pinggir jalan-an Kota Solo. Dan uniknya warung nasi goreng yang saya temui hampir sebagian besar dimasak oleh para pria. Semua porsi nasi goreng mawut disajikan dengan porsi yang luar biasa besar, lengkap di dalamnya ada suwiran daging ayam, hati ayam, sebagian telur dadar yang dicacah, ditambah bagian kecil bakmi jawa dan dicampur dengan bumbu khas indonesia yang kaya (kalo ini tidak usah saya sebutkan terbukti portugis, spanyol, belanda begitu tertarik untuk datang ke indonesia pada masa lampau).
Harga yang tentu saja terjangkau tentu semakin membuat saya takjub dengan masakan ini. Postur tubuh saya yang kecil ternyata tidak berpengaruh dengan kapasitas porsi nasi goreng mawut, pun.tetap saja habis, entah ini karena lapar atau doyan.
Ngomong-ngomong tentang nasi goreng mawut ini, saya jadi ingat tentang apa yang telah saya lakukan beberapa bulan terakhir bersama sahabat-sahabat baik saya yang ternyata masih mempunyai jiwa idealisme dan militan. Kami melakukan beberapa kegiatan yang misal jika dihitung-hitung secara finansial tidak ada artinya, tapi bukan itu intinya. Jujur saja saya jenuh dengan rutinitas pekerjaan di kantor yang monoton sehingga saya butuh melakukan relaksasi bersama sahabat-sahabat saya. Kami melakukan kegiatan yang memang tidak jauh-jauh dari bidang keilmuan kami, yaitu arsitektur- seni dan teknik merangkai ruang untuk aktifitas manusia baik dari skala kecil sampai skala besar-.
Kami sering berdiskusi tentang kondisi ruang yang ada di kota kami, Kota Solo. Sampai kemudian tergerak untuk melakukan kegiatan pendampingan kampung secara kecil-kecilan sampai dengan kompetisi tentang pengolahan ruang jalan yang berkaitan erat dengan kawasan bersejarah. Diskusi amatiran cuma berdasarkan pengalaman dan pengamatan karena kami bukan dari akademisi, bukan dari institusi resmi dan bukan juga dari mahasiswa urban desain. kami ya seperti ini,  seperti nasi goreng mawut dengan porsi yang luar biasa dari gabungan beberapa bahan yang sangat tersedia di pasar-pasar tradisonal, bukan dari hypermart dan sejenisnya. Kami diolah bukan oleh koki lulusan master chef stasiun tivi tapi dari kami sendiri. saling mengingatkan dan saling belajar.
Ada waktunya ketika setiap proses yang kami lakukan akan menghasilkan pencapaian -yang bagi kami- sangat luar biasa dan hari ini adalah saatnya nasi goreng mawut kami bisa mendapatkan harga yang pantas untuk segala olahan kami yang sederhana. Olahan dari dapur yang  menempati rumah sederhana di kebun anggur. Semoga saja cukup menggigit bagi penggemar nasi goreng mawut.

Senin, 24 Oktober 2011

cinta: kumpulan materi yang tidak terdefinisikan

barangkali saya termasuk awam dalam urusan cinta. hidup cuma sekali dilalui saja dengan sederhana, jangan dibuat rumit. seringkali dalam urusan cinta kita kemudian akan berfikir tentang materi-materi yang akan mengikuti dalam urusan cinta.
cinta dengan diri sendiri, cinta dengan keluarga, cinta dengan teman-teman, cinta dengan pekerjaan dan paling utama adalah cinta dengan Sang Illahi.
ada satu cerita sederhana yang kemudian membuat saya merasakan bahwa cinta itu menjadi kumpulan materi yang tidak terdefinisikan,kadang susah untuk kemudian dihitung-hitung dengan logika dan numerik takaran finansial tapi itu benar-benar terjadi. cerita minggu lalu tentangs seorang bapak yang begitu mencintai pekerjaan, keluarga dan apalagi istrinya sang kekasih hati. saya menawarkan kesempatan kepada beliau pada suatu hari untuk ikut terlibat dalam suatu proses promosi dari produk pekerjaan yang bapak itu hasilkan. kami pun sepakat.
tiba hari H saya memastikannya untuk tetap berangkat ke promosi produknya.tapi rencana tetap ada di tangan Sang Illahi. kekasih hati bapak itu mengalami sakit yang kambuh-gula darahnya naik-.dengan ikhlas beliau terpaksa membatalkan promosi itu dan lebih memilih di rumah untuk menjaga istrinya. sungguh saya tidak bisa memaksanya. barangkali si bapak telah kehilangan kesempatan bertemu dengan pembeli tapi tentu saja dia tidak kehilangan kesempatan untuk tetap menjaga sang istri dan amanah yang diberikan sang Illahi kepadanya. apalah arti materi itu dibandingkan dengan kepercayaan besar untuk tetap mejadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.
saya tahu, cinta tidak perlu janji tapi apa yang bisa kita berikan untuk orang-orang yang kita cintai.



All You Need Is Love (The Beatles)


Love, Love, Love.
Love, Love, Love.
Love, Love, Love.

There's nothing you can do that can't be done.
Nothing you can sing that can't be sung.
Nothing you can say but you can learn how to play the game.
It's easy.

Nothing you can make that can't be made.
No one you can save that can't be saved.
Nothing you can do but you can learn how to be you in time.
It's easy.

All you need is love.
All you need is love.
All you need is love, love.
Love is all you need.

All you need is love.
All you need is love.
All you need is love, love.
Love is all you need.

Nothing you can know that isn't known.
Nothing you can see that isn't shown.
Nowhere you can be that isn't where you're meant to be.
It's easy.

All you need is love.
All you need is love.
All you need is love, love.
Love is all you need.

All you need is love (All together, now!)
All you need is love. (Everybody!)
All you need is love, love.
Love is all you need (love is all you need)
(love is all you need) (love is all you need) 
(love is all you need) Yesterday (love is all you need)
(love is all you need) (love is all you need)

Yee-hai!
Oh yeah!
love is all you need, love is all you need,love is all you need, love is all you need, oh yeah oh hell yea! love is all you need love is all you need love is all you need.

Kamis, 15 September 2011

nowhere man:ask him nothing


He's a real nowhere man,
Sitting in his Nowhere Land,
Making all his nowhere plans
for nobody.


Doesn't have a point of view,
Knows not where he's going to,
Isn't he a bit like you and me?


Nowhere Man please listen,
You don't know what you're missing,
Nowhere Man,the world is at your command!




He's as blind as he can be,
Just sees what he wants to see,
Nowhere Man can you see me at all?


Nowhere Man, don't worry,
Take your time, don't hurry,
Leave it all till somebody else
lends you a hand!


Doesn't have a point of view,
Knows not where he's going to,
Isn't he a bit like you and me?


Nowhere Man please listen,
you don't know what you're missing
Nowhere Man, the world is at your command!


He's a real Nowhere Man,
Sitting in his Nowhere Land,
Making all his nowhere plans
for nobody.
Making all his nowhere plans
for nobody.
Making all his nowhere plans
for nobody!


-the beatles-






bahkan orang yang tidak punya rencana pun pasti akan mempunyai satu rencana yang entah disadarinya atau tidak itu adalah sebuah rencana. sebuah rencana yang terjadi berulang-ulang dalam satu siklus hidupnya itu menjadi sebuah kebiasaan. 


kecuali dalam sel otak yang paling kecil sudah tidak lagi bisa untuk bernafas dan mengembangkan semua bagian sel-sel yang lain untuk berpikir, merencanakan sesuatu kemudian bergerak untuk mengeksekusi rencana.


impian-impianmu barangkali adalah sebuah rencana yang tertunda.tinggal kamu ambil kertas, kamu tulis impianmu dan letakkan itu menjadi satu bagian dari sel terkecil dari semua bagian tubuhmu. sel-sel itu pasti akan sepakat dan saling mengingatkan tentang  impian yang menjadi sebuah rencana kamu.


...life is just what happens while you busy making other plans.